*"SURAT PERPISAHAN"*
```Saudaraku,
Aku akan pulang...
Sudah di 29 hari aku bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.
Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...
Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.
Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.
Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.
Saudara
RA ARROHMAT
Minggu, 03 Juli 2016
Rabu, 21 Oktober 2015
Nama Siswa RA Arrohmat Tahun 2015/2016
| NO | NAMA | KELAMIN (L/P) | TEMPAT LAHIR | TGL LAHIR (YYYY-MM-DD) | TINGKAT | TAHUN MASUK |
| 1 | Abdul Aziz Jaelani | L | Garut | 2010-04-30 | B | 2014 |
| 2 | Agnia Prisila | P | Garut | 2010-03-05 | B | 2014 |
| 3 | Ahmad Muhaimin Ali | L | Garut | 2009-07-26 | B | 2014 |
| 4 | Anggi Nurapipah | P | Garut | 2009-12-19 | B | 2014 |
| 5 | Asvia Alawiah | P | Garut | 2010-10-24 | B | 2014 |
| 6 | Azhka Aulia Nurfitriani | P | Garut | 2009-09-17 | B | 2014 |
| 7 | Adhi Jaya Kusuma | L | Garut | 2010-03-05 | B | 2015 |
| 8 | Arham | L | Garut | 2010-05-01 | B | 2015 |
| 9 | Aulia Pratama Putri | P | Garut | 2010-09-26 | B | 2015 |
| 10 | Alya Ristiana | P | Garut | 2010-06-15 | B | 2015 |
| 11 | Agnia Nafia Kirana | P | Garut | 2011-02-01 | B | 2015 |
| 12 | Aji Pahrudin | L | Garut | 2011-03-14 | A | 2015 |
| 13 | Ajril Muharam | L | Garut | 2012-12-10 | A | 2015 |
| 14 | Azzariya Paustina | L | Bandung | 2011-05-03 | A | 2015 |
| 15 | Chiquita Meisa Karmen | P | Bandung | 2010-05-27 | B | 2014 |
| 16 | Chiqa Meilani | P | Garut | 2011-06-06 | A | 2015 |
| 17 | Dinda Aulia Rahmat | P | Garut | 2011-01-10 | A | 2015 |
| 18 | Deri Suhendar | L | Garut | 2010-10-16 | A | 2015 |
| 19 | Fathir Ziaul Haq | L | Garut | 2009-04-03 | B | 2014 |
| 20 | Hasna Nuraeni | P | Garut | 2009-07-10 | B | 2014 |
| 21 | Imas | P | Garut | 2011-06-01 | A | 2015 |
| 22 | Ihsan Nurohman | L | Garut | 2009-08-06 | B | 2014 |
| 23 | Jihan Zahratull Janaah | P | Garut | 2010-11-10 | B | 2014 |
| 24 | Jahra Raisahan | P | Garut | 2010-07-27 | B | 2015 |
| 25 | Jaki Parhansyah | L | Garut | 2010-06-22 | B | 2015 |
| 26 | Keylan Nurseptiani | P | Jakarta | 2011-09-20 | A | 2015 |
| 27 | Meylani Nazyuar | P | Wonogiri | 2010-05-24 | B | 2015 |
| 28 | Moch. Padilah | L | Garut | 2009-06-28 | B | 2014 |
| 29 | Moch. Pauzan Adiman | L | Garut | 2009-06-16 | B | 2013 |
| 30 | Muhamad Maulana | L | Garut | 2009-11-27 | B | 2014 |
| 31 | Muhamad Sa'id Kamaludin | L | Garut | 2010-12-08 | A | 2014 |
| 32 | Muhammad Husni Al Farizy | L | Garut | 2009-11-08 | B | 2014 |
| 33 | Nabil Ibnu Al Aziz | L | Garut | 2009-05-12 | B | 2014 |
| 34 | Rasya Erlangga Saputra | L | Jakarta | 2009-09-22 | B | 2013 |
| 35 | Restu Jati Pamungkas | L | Garut | 2009-04-15 | A | 2014 |
| 36 | Rima Aulia Mutmainah | P | Garut | 2011-04-04 | A | 2014 |
| 37 | Rifky Ramadan | L | Garut | 2010-09-10 | B | 2013 |
| 38 | Rizkia Ramadhani | P | Garut | 2011-08-10 | A | 2014 |
| 39 | Sakinah Nur Pauziah | P | Garut | 2009-08-17 | B | 2014 |
| 40 | Salsabila Nurkhodijah | P | Garut | 2010-02-10 | B | 2015 |
| 41 | Tari Azma Solehah | P | Garut | 2009-11-09 | B | 2014 |
| 42 | Wira Fathur Rochman Assidiq | L | Garut | 2011-08-14 | A | 2015 |
| 43 | Yuni Restia Nur Anjani | P | Garut | 2010-06-21 | B | 2015 |
Kamis, 11 Desember 2014
PENGUMUMAN
Kepada Yth.
Kepala/Operator RA dan Madrasah Negeri/Swasta
Assalamu'alaikum wr.wb.
Berikut kami informasikan tentang Pendataan EDUGIS Diknas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2014 agar segera di laksanakan bagi yang sudah terdaftar di file username dan Password langsung login, bagi yang belum silahkan registrasi dengan mengklik Sign Up
Kepada Yth.
Kepala/Operator RA dan Madrasah Negeri/Swasta
Assalamu'alaikum wr.wb.
Berikut kami informasikan tentang Pendataan EDUGIS Diknas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2014 agar segera di laksanakan bagi yang sudah terdaftar di file username dan Password langsung login, bagi yang belum silahkan registrasi dengan mengklik Sign Up
- Username dan Password bisa di Download disini
- Tutorial - Cara Input Edugis 2014 bisa di Download disini
- Format Manual Edugis 2014 bisa di Download disini
Untuk kordinasi silahkan hubungi
operator KKM/PD PC Igra Masing-masing dan Operator EDUGIS Diknas Pendidikan
Garut (Contac Person ; 081322238993 / 085223294223 / 089666905702)
Demikian informasi ini kami sampaikan, terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya
Wassalamu'alaikum wr.wb
Demikian informasi ini kami sampaikan, terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya
Wassalamu'alaikum wr.wb
Kamis, 30 Oktober 2014
Remunerasi Harus Berdampak Pada Perbaikan Pelayanan
Jakarta (Pinmas) – Menteri
Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penerapan tunjangan kinerja atau
remunerasi harus berdampak secara nyata pada terciptanya iklim kerja yang
profesional, produktif, penuh integritas, peka, dan peduli pada perbaikan pelayanan.
Menag mengatakan hal itu pada
pembukaan sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Tunjangan Kinerja di
lingkungan Kementerian Agama, Rabu (29/10) malam di Hotel Cempaka, Jakarta.
Acara ini dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, pejabat eselon I dan II serta
peserta dari pusat dan daerah.
Menurut Menag, kebijakan
tentang tunjangan kinerja merupakan salah satu terobosan dalam reformasi
birokrasi untuk mencapai tujuan nasional, tetapi bukan satu-satunya agenda
reformasi yang ingin kita capai. “Pemberian tunjangan kinerja berimplikasi
positif terhadap perbaikan kesejahteraan pegawai menurut standar yang layak
sebagai aparatur negara,” kata Menag.
Sebagaimana kita tahu,
lanjutnya, penantian panjang sejak tahun 2013 terhadap peraturan presiden
tentang tunjangan kinerja di lingkungan Kemenag telah terealisasi dengan
terbitnya Peraturan Presiden Nomor 108 tahun 2014 tanggal 18 September 2014
tentang Tunjangan Kin erja yang berlaku untuk Kementerian Agama.
Menag mengatakan, proses
lahirnya Perpres Tunjangan Kinerja tidak mudah, tetapi melewati hasil evaluasi
jabatan sebagai dasar pemberian tunjangan kinerja yang divalidasi oleh tim dari
Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi.
Pelaksanaan evaluasi jabatan
di lingkungan Kemenag, termasuk perguruan tinggi keagamaan meliputi 15 jabatan
eselon I, 109 jabatan eselon II, 1.222 jabatan eselon III, 5.393 jabatan eselon
IV, 2.239 jabatan eselon V, dan 226 jabatan fungsional umum memiliki kerumitan
dan kompleksitas yang tinggi.
Setiap jabatan memiliki
karakter dan volume kerja yang bervariasi, meskipun eselonnya sama. Maka sangat
logis apabila kelas jabatannya pun berbeda-beda. “Saya berterima kasih dan
menyampaikan penghargaan atas komitmen dan peran aktif seluruh unit kerja
Kemenag pusat, daerah serta perguruan tinggi dalam mempersiapkan dan melengkapi
seluruh komponen penilaian reformasi birokrasi yang terkait dengan proses
tunjangan kinerja,” ucap Menag.
Komitmen kita semua dalam
mencapai dan mempertahankan sasaran kinerja secara konsisten dan
berkesinambungan, menurut Menag, sangat menentukan keberhasilan
menjadikan institusi Kemenag lebih professional, lebih berwibawa serta
eksistensi dan program-program yang kita laksanakan memberi manfaat yang besar
bagi umat, bangsa dan negara.
“Prinsip bekerja dalam satu
tim harus selalu ditanamkan dan dibudayakan di semua unit kerja, sehingga tidak
ada tempat bagi munculnya mental, perilaku dan egoisme perorangan atau kelompok
yang merusak sistem organisasi,” pesan Menag.
Menag lebih lanjut
mengatakan, Perpres tentang Tunjangan Kinerja memerintahkan kepada Menteri
Agama untuk mengatur ketentuan teknis pelaksanaannya. Untuk itu telah disiapkan
tiga PMA, yaitu pembayaran, penambahan dan pengurangan Tunjangan Kinerja,
penetapan kelas jabatan, dan pengangkatan pegawai dalam jabatan fungsional
umum. (ks/mkd/mkd)
Rabu, 08 Oktober 2014
Kemenag Kaji Aturan Disiplin
Pegawai
Jakarta (Pinmas) —-
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam menegaskan bahwa pihaknya akan
melakukan kajian mendalam tentang aturan kedisiplinan pegawai Kementerian
Agama. Kajian ini dimaksudkan agar aturan kedisiplinan yang akan diterbitkan
nantinya selain mempertimbangkan aspek pelayanan terhadap masyarakat, juga
kondisi geografis kantor Kementerian Agama.
“Kita harus melakukan
pengkajian lebih mendalam lagi tentang masalah kedisiplinan pegawai kita. Kita
khawatir bahwa kita sudah memperoleh Perpres tentang Tunjangan Kinerja , tapi
ternyata tidak bisa dibayarkan karena ada persoalan-persoalan yang terkait dengan
prestasi kehadiran PNS,” demikian penjelasan Nur Syam kepada kontributor Pinmas
usai menjadi narasumber pada kegiatan pembahasan draft Teknokratik Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Agama tahun 2015 – 2019,
Jakarta, Rabu (08/10), Jakarta, Rabu.
“Ini saya rasa penting kita
lakukan segera dalam rangka untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada
para PNS kita agar mereka bisa memperoleh tunjangan dengan benar,” tambahnya.
Peraturan Presiden Nomor 108
Tahun 2014 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Agama
sudah ditandangani oleh Presiden pada pertengahan September lalu. Pasal 2
Perpres ini mengatur bahwa pegawai yang mempunyai jabatan di lingkungan
Kementerian Agama, selain diberikan penghasilan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan, juga diberikan tunjangan kinerja setiap bulan. Tunjangan
kinerja tersebut, dibayarkan terhitung mulai bulan Juli 2014 (pasal 5).
Disinggung tentang skema
aturan disiplin tersebut, Nur Syam mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan
pengkajian terhadap prestasi kehadiran beberapa bulan terakhir ini terlabih
dahulu. “Dari prestasi kehadiran tersebut, kita akan membuat kebijakannya dan
itu nanti akan kita diskusikan,” terangnya
Kajian ini penting, lanjut
Nur Syam, mengingat daerah kerja Kementerian Agama yang sangat luas dan beragam
sehingga varian-varian yang ada perlu diperjelas. Nur Syam mencontohkan letak
Kanwil Kemenag Provinsi di Ternate, Maluku Utara, di mana jarak antara kantor
yang sekarang dengan rumah para pegawainya sangat jauh. “Mereka harus
menyebrang laut. Ternyata tidak sesederhana yang kita bikin dari Jakarta,” kata
Nur Syam.
“Inilah suara-suara dari
daerah yang nanti tentu akan kita dengarkan dalam rangka untuk memberikan
pelayanan dan perlindungan bagi para pegawai kita,” imbuhnya sembari mengatakan
bahwa aturan dispilin itu nantinya akan berupa kebijakan yang mengedepankan
pelaksanaan tugas negara , tapi juga mempertimbangkan terhadap jarak, lokasi
dan lainnya.
Penyiapan PMA
Nur Syam mengaku bahwa seiring
dengan telah diterbitkan Perpres 108, Kemenag telah melakukan beberapa hal,
termasuk penyiapan Peraturan Menteri Agama (PMA) yang terkait dengan
remunerasi, seperti PMA tentang jenjang jabatan, besaran remunerasi, dan
lainnya. “Itu sudah kita selesaikan. Insya Allah Menag datang PMA
mengenai remunerasi atau tunjangan kinerja Kementerian Agama sudah selesai,”
ujarnya.
Selain penyiapan PMA, Kemenag
juga memastikan agar program pembinaan karir jabatan pegawai bisa dilaksanakan
mulai tahun 2015 yang akan datanag. Menurutnya, reformasi birokrasi
menuntut profesionalisme pegawai. Untuk itu, pembinaan karir jabatan harus
masuk dalam Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015 – 2019 yang sedang
disusun.
“Ini saya rasa menjadi sangat
penting. Kita usahakan supaya persoalan pembinaan karir jabatan ini akan
menjadi salah satu di antara hal penting yang akan kita lakukan di tahun 2015,”
tegasnya. (mkd/mkd)
Minggu, 05 Oktober 2014
Keistimewaan Nabi Kita
Muhammad
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ’alaihi wa sallam dapat dibagi menjadi 2:
1. Keistimewaan beliau dari
Nabi lainnya
2. Keistimewaan beliau dari
umatnya
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam Dibanding Nabi Lainnya
Pertama: Beliau adalah
kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi Ibrahim ’alaihis salam
Rasulullah shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى
اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي
خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي
خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا
“Sungguh aku memohon pada
Allah akan memilih aku di antara kalian sebagai kekasih Allah. Maka Allah
Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga
kekasih-Nya. Seandainya, aku memilih di antara umatku seorang kekasih, maka aku
akan memilih Abu Bakr sebagai kekasihku.”[1]
Kholil/khullah adalah tingkatan
tertinggi dalam derajat mahabbah (kecintaan) dan inilah yang merupakan
tingkatan paling sempurna. Oleh karena itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, ”Allah Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah
menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya.” Dan tidak ada dalam hadits yang
mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah habibullah[2]. Maka
perhatikanlah hal ini!![3]
Kedua: Beliau adalah penutup
para Nabi dan risalah (wahyu) yang beliau bawa telah sempurna serta merupakan
risalah yang terakhir
Sebagaimana Allah Ta’ala
berfirman
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ
أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
“Muhammad itu sekali-kali
bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah
Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)
[4]Dan tidaklah datang orang
yang mengaku dirinya sebagai Nabi -sesudah beliau- kecuali mereka adalah
dajjal/pendusta. Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi ini merupakan
kebenaran dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ
حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ
أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
”Tidak akan terjadi hari
kiamat hingga mucul para dajjal/para pendusta, yang berjumlah sekitar 30-an.
Mereka semua mengaku sebagai utusan Allah (rasulullah).”[5]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda,
وَإِنَّهُ سَيَكُونُ
فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ
النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي
”Sesungguhnya akan ada pada
umatku 30 orang pendusta yang mengaku Nabi. Padahal akulah penutup para nabi,
tidak ada nabi lagi sesudahku.”[6]
Sabda beliau shallallahu
’alaihi wa sallam ini telah terjadi saat ini. Dan tiadalah yang diucapkannya
itu menurut kemauan hawa nafsunya. Sepeninggal beliau shallallahu ’alaihi wa
sallam atau bahkan di zaman beliau masih hidup telah muncul para dajjal. Di
antaranya adalah Musailamah al-Kazzab. Yang kemudian di zaman Abu Bakr
ash-Shiddiq, dia ditumpas oleh Abu Bakar –radhiyallahu ’anhu-. Begitu juga
istri Musailamah juga mengaku sebagai Nabi.
Dan orang yang mengaku dajjal
sampai hari kiamat masih bermunculan. Seperti di zaman kita saat ini juga
terdapat orang yang mengaku Nabi –yaitu dajjal- seperti Mirza Gulam Ahmad, Lia
Aminudin, dll.
Ketiga: Beliau memiliki
kedudukan yang terpuji (Al Maqom Al Mahmudah)
Yaitu syafa’atul ’uzhma[7],
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ
رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Mudah-mudahan Tuhan-mu
mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Isra’: 79)
Begitu juga dalam hadits
-yang panjang- tentang syafa’at yang telah disepakati keshahihannya:
Sesungguhnya Allah
mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan di suatu di
suatu bukit. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain: ”Tidakkah kalian
memperhatikan apa yang kalian berada di dalamnya. Tidakkah kalian melihat pada
apa yang disampaikan pada kalian. Tidakkah kalian melihat siapa yang memberi
syafa’at kalian kepada Rabb kalian.” Kemudian mereka mendatangi Adam, Nuh,
Ibrahim, Musa, ’Isa, hingga Muhammad –sholawat Allah dan salam-Nya bagi mereka
semuanya-. Tiap Nabi tersebut mengatakan:”Pergilah kepada selainku”. Kecuali
Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan:”Saya memiliki syafa’at
tersebut.” Kemudian beliau sujud kepada yang mengizinkan syafa’at baginya
(yaitu Allah)
Dengan demikian jelaslah
keutamaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari seluruh makhluk. Dan beliau
dikhususkan dengan kedudukan yang demikian[8].
Keempat: Risalah beliau
adalah umum bagi semesta alam dan beliau diutus kepada jin dan manusia
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
“Katakanlah: “Hai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (QS. Al A’raf: 158)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira
dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”
(QS. Saba: 28)
تَبَارَكَ الَّذِي
نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Maha suci Allah yang telah
menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi
peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqon: 1)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus
kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya’:
107)
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ
نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا
فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami
hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala
mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk
mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya
(untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
–rahimahullah- berkata,
”Wajib bagi manusia untuk
mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mengutus Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam kepada manusia dan jin. Dan wajib bagi mereka untuk beriman
kepada beliau dan beriman dengan wahyu yang beliau bawa dan mentaati beliau.
Mereka (manusia) harus menghalalkan yang Allah dan Rasul-Nya halalkan dan
mengharamkan yang diharamkan oleh keduanya. Mereka harus pula mencintai yang
Allah dan Rasul-Nya cintai dan membenci yang Allah dan Rasul-Nya benci. Setiap
orang yang telah tegak hujjah dengan risalah (wahyu) Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam dari kalangan manusia dan jin kemudian tidak beriman padanya,
maka berhak mendapat adzab Allah Ta’ala, sebagaiman orang kafir yang telah
diutus rasul bagi mereka. Inilah landasan yang telah disepakati oleh sahabat,
tabi’in (yang mengikuti para sahabat dengan baik), para imam kaum muslimin, dan
seluruh kelompok kaum muslimin yang merupakan ahlus sunnah wal jama’ah dan
selain mereka –radhiyallahu ‘anhum ajma’in-.”
Kelima: Beliau diberikan
(diturunkan) Al Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar dan hujjah bagi para
hamba. Allah sendiri yang akan menjaga Al Qur’an ini dan Allah menantang
orang-orang yang meragukan Al Qur’an untuk membuat yang semisalnya.[9]
Allah Ta’ala berfirman pada
para penantang Allah yang ingin membuat Al Qur’an,
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ
الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ
بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
”Katakanlah: “Sesungguhnya
jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya
mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al Isra’: 88)
Jika tidak mampu membuat
seluruh Al Qur’an, Allah menantang lagi dengan cukup membuat 10 ayat. Allah
berfirman,
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ
قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ
مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Bahkan mereka mengatakan:
“Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka
datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan
panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu
memang orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 13)
Jika tidak mampu membuat 10
surat, silakan jika mampu membuat satu surat saja!!
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي
رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا
شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
”Dan jika kamu (tetap) dalam
keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad),
buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Al
Baqarah: 23)
Keenam: Beliau melakukan
isro’ ke Baitul Maqdis dan mi’roj ke Sidrotul Muntaha
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Umatnya
Di antaranya ialah:
Wajibnya shalat tahajud di
waktu malam[10]
Amalan yang khusus ditetapkan
untuk beliau, seperti:
Diharamkan zakat bagi beliau
dan keluarganya
Dihalalkan bagi beliau puasa
wishol
Dihalalkan bagi beliau
menikah lebih dari empat wanita
Beliau tidak diwarisi
Tidak boleh menikahi istri
beliau setelah beliau wafat[11]
Penulis: Muhammad Abduh
Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
Tulisan Jumadats Tsani 1428
H, tiga tahun silamKeistimewaan Nabi Kita Muhammad
Feb 17, 2010Muhammad Abduh
Tuasikal, MScAqidah3
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ’alaihi wa sallam dapat dibagi menjadi 2:
1. Keistimewaan beliau dari
Nabi lainnya
2. Keistimewaan beliau dari
umatnya
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam Dibanding Nabi Lainnya
Pertama: Beliau adalah
kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi Ibrahim ’alaihis salam
Rasulullah shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى
اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي
خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي
خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا
“Sungguh aku memohon pada
Allah akan memilih aku di antara kalian sebagai kekasih Allah. Maka Allah
Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga
kekasih-Nya. Seandainya, aku memilih di antara umatku seorang kekasih, maka aku
akan memilih Abu Bakr sebagai kekasihku.”[1]
Kholil/khullah adalah
tingkatan tertinggi dalam derajat mahabbah (kecintaan) dan inilah yang
merupakan tingkatan paling sempurna. Oleh karena itu, beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, ”Allah Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya
sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya.” Dan tidak ada dalam
hadits yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah
habibullah[2]. Maka perhatikanlah hal ini!![3]
Kedua: Beliau adalah penutup
para Nabi dan risalah (wahyu) yang beliau bawa telah sempurna serta merupakan
risalah yang terakhir
Sebagaimana Allah Ta’ala
berfirman
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ
أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
“Muhammad itu sekali-kali
bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah
Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)
[4]Dan tidaklah datang orang
yang mengaku dirinya sebagai Nabi -sesudah beliau- kecuali mereka adalah
dajjal/pendusta. Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi ini merupakan
kebenaran dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ
حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ
أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
”Tidak akan terjadi hari
kiamat hingga mucul para dajjal/para pendusta, yang berjumlah sekitar 30-an.
Mereka semua mengaku sebagai utusan Allah (rasulullah).”[5]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda,
وَإِنَّهُ سَيَكُونُ
فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ
النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي
”Sesungguhnya akan ada pada
umatku 30 orang pendusta yang mengaku Nabi. Padahal akulah penutup para nabi,
tidak ada nabi lagi sesudahku.”[6]
Sabda beliau shallallahu
’alaihi wa sallam ini telah terjadi saat ini. Dan tiadalah yang diucapkannya
itu menurut kemauan hawa nafsunya. Sepeninggal beliau shallallahu ’alaihi wa
sallam atau bahkan di zaman beliau masih hidup telah muncul para dajjal. Di
antaranya adalah Musailamah al-Kazzab. Yang kemudian di zaman Abu Bakr
ash-Shiddiq, dia ditumpas oleh Abu Bakar –radhiyallahu ’anhu-. Begitu juga
istri Musailamah juga mengaku sebagai Nabi.
Dan orang yang mengaku dajjal
sampai hari kiamat masih bermunculan. Seperti di zaman kita saat ini juga
terdapat orang yang mengaku Nabi –yaitu dajjal- seperti Mirza Gulam Ahmad, Lia
Aminudin, dll.
Ketiga: Beliau memiliki
kedudukan yang terpuji (Al Maqom Al Mahmudah)
Yaitu syafa’atul ’uzhma[7],
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ
رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Mudah-mudahan Tuhan-mu
mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Isra’: 79)
Begitu juga dalam hadits
-yang panjang- tentang syafa’at yang telah disepakati keshahihannya:
Sesungguhnya Allah
mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan di suatu di
suatu bukit. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain: ”Tidakkah kalian
memperhatikan apa yang kalian berada di dalamnya. Tidakkah kalian melihat pada
apa yang disampaikan pada kalian. Tidakkah kalian melihat siapa yang memberi
syafa’at kalian kepada Rabb kalian.” Kemudian mereka mendatangi Adam, Nuh, Ibrahim,
Musa, ’Isa, hingga Muhammad –sholawat Allah dan salam-Nya bagi mereka
semuanya-. Tiap Nabi tersebut mengatakan:”Pergilah kepada selainku”. Kecuali
Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan:”Saya memiliki syafa’at
tersebut.” Kemudian beliau sujud kepada yang mengizinkan syafa’at baginya
(yaitu Allah)
Dengan demikian jelaslah
keutamaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari seluruh makhluk. Dan beliau
dikhususkan dengan kedudukan yang demikian[8].
Keempat: Risalah beliau
adalah umum bagi semesta alam dan beliau diutus kepada jin dan manusia
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
“Katakanlah: “Hai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (QS. Al A’raf: 158)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira
dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”
(QS. Saba: 28)
تَبَارَكَ الَّذِي
نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Maha suci Allah yang telah
menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi
peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqon: 1)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus
kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya’:
107)
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ
نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا
فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami
hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala
mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk
mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya
(untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
–rahimahullah- berkata,
”Wajib bagi manusia untuk
mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mengutus Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam kepada manusia dan jin. Dan wajib bagi mereka untuk beriman
kepada beliau dan beriman dengan wahyu yang beliau bawa dan mentaati beliau.
Mereka (manusia) harus menghalalkan yang Allah dan Rasul-Nya halalkan dan
mengharamkan yang diharamkan oleh keduanya. Mereka harus pula mencintai yang
Allah dan Rasul-Nya cintai dan membenci yang Allah dan Rasul-Nya benci. Setiap
orang yang telah tegak hujjah dengan risalah (wahyu) Muhammad shallallahu ‘alaihi
wa sallam dari kalangan manusia dan jin kemudian tidak beriman padanya, maka
berhak mendapat adzab Allah Ta’ala, sebagaiman orang kafir yang telah diutus
rasul bagi mereka. Inilah landasan yang telah disepakati oleh sahabat, tabi’in
(yang mengikuti para sahabat dengan baik), para imam kaum muslimin, dan seluruh
kelompok kaum muslimin yang merupakan ahlus sunnah wal jama’ah dan selain
mereka –radhiyallahu ‘anhum ajma’in-.”
Kelima: Beliau diberikan
(diturunkan) Al Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar dan hujjah bagi para
hamba. Allah sendiri yang akan menjaga Al Qur’an ini dan Allah menantang
orang-orang yang meragukan Al Qur’an untuk membuat yang semisalnya.[9]
Allah Ta’ala berfirman pada
para penantang Allah yang ingin membuat Al Qur’an,
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ
عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ
بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
”Katakanlah: “Sesungguhnya
jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya
mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al Isra’: 88)
Jika tidak mampu membuat
seluruh Al Qur’an, Allah menantang lagi dengan cukup membuat 10 ayat. Allah
berfirman,
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ
قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ
مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Bahkan mereka mengatakan:
“Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka
datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan
panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu
memang orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 13)
Jika tidak mampu membuat 10
surat, silakan jika mampu membuat satu surat saja!!
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي
رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا
شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
”Dan jika kamu (tetap) dalam
keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad),
buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Al
Baqarah: 23)
Keenam: Beliau melakukan
isro’ ke Baitul Maqdis dan mi’roj ke Sidrotul Muntaha
Keistimewaan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Umatnya
Di antaranya ialah:
Wajibnya shalat tahajud di
waktu malam[10]
Amalan yang khusus ditetapkan
untuk beliau, seperti:
Diharamkan zakat bagi beliau
dan keluarganya
Dihalalkan bagi beliau puasa
wishol
Dihalalkan bagi beliau
menikah lebih dari empat wanita
Beliau tidak diwarisi
Tidak boleh menikahi istri
beliau setelah beliau wafat[11]
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
Tulisan Jumadats Tsani 1428
H,
Peneliti Kulit Pisang Dapat Ig Nobel
BBCIndonesia.com - detikNews
Penelitian tentang kulit pisang mendapat Ig Nobel tahun ini.
Anda sering melihat
adegan orang terpeleset kulit pisang di film-film? Seorang peneliti berhasil
menemukan alasan ilmiah kenapa kulit pisang licin.
Hasil penelitian itu juga memenangi penghargaan Ig Nobel, sebuah penghargaan parodi atau lelucon yang terinspirasi dari penghargaan Nobel. Ig Nobel biasanya diberikan sebagai penghargaan pada penelitian yang unik dan di luar kebiasaan.
Penghargaan ini telah menjadi hampir setenar Nobel dan tahun ini acara penghargaan tahunan dilakukan di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Penelitian serius
Pemenang Ig Nobel, yaitu tim Kiyoshi Mabuchi asal Jepang, mengukur gesekan kulit pisang di laboratorium, dan menunjukkan mengapa apel dan kulit jeruk tidak begitu berbahaya.
Untuk penelitiannya itu, kelompok Universitas Kitasato ini menerima penghargaan fisika Ig.
Mungkin ini terdengar konyol ketika pertama kali mendengarnya, namun jika pelajari lebih dalam, ternyata ada hal yang cukup serius.
Penelitian ini menunjukan bahwa ada sebuah gel organik yang membuat kulit pisang licin dan gel tersebut juga ditemukan pada membran di mana dua tulang manusia bertemu.
"Konsep ini akan membantu ilmuwan mendesain prostesis sendi," Kiyoshi Mabuchi kepada BBC News.
Hasil penelitian itu juga memenangi penghargaan Ig Nobel, sebuah penghargaan parodi atau lelucon yang terinspirasi dari penghargaan Nobel. Ig Nobel biasanya diberikan sebagai penghargaan pada penelitian yang unik dan di luar kebiasaan.
Penghargaan ini telah menjadi hampir setenar Nobel dan tahun ini acara penghargaan tahunan dilakukan di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Penelitian serius
Pemenang Ig Nobel, yaitu tim Kiyoshi Mabuchi asal Jepang, mengukur gesekan kulit pisang di laboratorium, dan menunjukkan mengapa apel dan kulit jeruk tidak begitu berbahaya.
Untuk penelitiannya itu, kelompok Universitas Kitasato ini menerima penghargaan fisika Ig.
Mungkin ini terdengar konyol ketika pertama kali mendengarnya, namun jika pelajari lebih dalam, ternyata ada hal yang cukup serius.
Penelitian ini menunjukan bahwa ada sebuah gel organik yang membuat kulit pisang licin dan gel tersebut juga ditemukan pada membran di mana dua tulang manusia bertemu.
"Konsep ini akan membantu ilmuwan mendesain prostesis sendi," Kiyoshi Mabuchi kepada BBC News.
Langganan:
Komentar (Atom)